BUPATI REMIGO MONITORING PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN DI OPD

DATA KONKRET JADI KUNCI
“Saya bukan tipe orang yang hanya menerima laporan saja dari jajaran, tapi harus diamati dan dicermati bagaimana pelaksanaan program tersebut. Bagi saya sebagai orang yang paling bertanggung jawab dan mendapat amanah mensejahterakan masyarakat Pakpak Bharat, progress sebuah program dan kegiatan sangat penting dan tidak semata-mata berorientasi pada hasil”, sebut Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, M.Fin, MBA, kala diminta alasannya turun langsung ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) saat mengunjungi Dinas Pendidikan Kamis (23/03) yang lalu.
Monitoring ini memang sudah terjadwal, sebagaimana yang diutarakan Sekda, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si yang turut mendampingi Bupati Remigo dalam kunjungan ini. “Kami juga meminta kepada tiap OPD untuk menyiapkan ekspose terinci sehingga akan lebih presisi tentang gambaran dan program kegiatan, baik itu beranjak dengan perbandingan dari program yang lalu serta tentang peluang dan prediksi untuk pelaksanaan pada tahun berikutnya”, tutur Sekda. Selain Sekda, para Kabag lingkup Sekretariat Daerah juga hadir untuk memberi gambaran, klarifikasi dan perbandingan dari perspektif kepentingan penyediaan dan layanan publik, tata kelola pemerintahan serta urusan pengorganisasian dan peningkatan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.
Ka. Dinas Pendidikan, Mester Padang S.Pd, MM beserta jajarannya mengapresiasi penuh saran dan masukan Bupati Remigo tersebut. “Ini menjadi perhatian dan catatan penting kami karena apa yang disampaikan oleh Bupati benar adanya. Perubahan cara berfikir yang tidak kaku dengan porsi keberpihakan kepada masyarakat yang lebih luas akan menjadi acuan”, ujar Kadis.
“Koridor SPM (Standar Pelayanan Minimal) harus dipatuhi dan kalau bisa malah kita lampaui”, terang Bupati. Satu hal lagi menurut beliau yang akan mendukung pelaksanaan SPM tersebut adalah Data. “Data yang konkret menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan program dan kegiatan. Validitas data berdasarkan update yang ada, terperinci dan telah terverifikasi serta dapat diuji petik ataupun triangulasi data, akan menjadi dasar dan dalil untuk melaksanakan program maupun kegiatan”, terang Bupati sembari mengilustrasikan tentang data penerima beasiswa di Pakpak Bharat yang dibuat secara detail dapat dikembangkan untuk beragam kebutuhan pelaksanaan pembangunan.
Ilustrasi tersebut diulang kembali saat Bupati beserta rombongan memonitoring pelaksanaan program dan kegiatan di Dinas Sosial, pada Senin (27/03). “Dengan akurasi data tentang penerima beasiswa kita saja akan mampu memenuhi program dan kegiatan di bidang tenaga kerja sehingga semakin meminimalisir angka pengangguran serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi”, tandasnya.
Bagi Bupati kehadiran data memberi deskripsi tentang kondisi yang ada. “Melalui data konkret kita akan how to predictable rancangan program kegiatan ke depan serta yang utama untuk mengambil kebijakan. Lakukan observasi, dan kalau bisa dilakukan lebih eksploratif dan lebih mendalam. Tidak hanya asal sekedar survei untuk memenuhi ketentuan sistem saja”, tambah beliau lagi dihadapan Plt. Ka. Dinas Sosial Isak Simon Maibang, S.Sos beserta jajarannya.
Paradigma kuantitatif ini harus menjadi patokan utama yang akan menaikkan grade teknis pelaksanaan pada program dan kegiatan di Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. “Yang harus diingat, data sebagai guidance bukan hanya berupa angka. Data itu juga merupakan objek yang dalam beberapa konsep keilmuan tidak harus selalu dalam ukuran sederhana. Dan setiap data juga ada limit yang akan terus diperbaharui beranjak dari situasi dan kondisi”, paparnya. Situasi dinamis terus hadir dalam setiap monitoring dan ekspose yang dilakukan. Review dan evaluasi ini masih berlanjut pada beberapa OPD lain. (Sumber berita: Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat)



