Berita
Rabu, 18 Oktober 2017

KEPALA DINAS PENDIDIKAN BUKA DIKLAT PENDAMPINGAN PELAKSANA KURIKULUM 2013 TINGKAT SMP

Ditengah-tengah padatnya pekerjaan yang harus diselesaikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Bharat Mester Padang, S.Pd, MM, masih menyempatkan waktunya untuk membuka diklat pendampingan pelaksana K-13 di SMP N 1 Salak. Dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan di dampingi Kepala Bidang  Formal Kardo Sinurat, S.Pd, M.Pd dan Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Lenni Marlina barutu, S.Pd.

Sebelum membuka diklat secara resmi Kepala Dinas Pendidikan terlebih dahulu memberikan arahan dan bimbingan kepada peserta diklat, diawali dengan menyampaikan Visi dan Misi Bupati Pakpak Bharat di bidang Pendidikan. Beliau mengatakan bahwa dari enam skala perioritas salah satunya terkait dengan pendidikan yaitu Peningkatan  sarana dan prasaran Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kepala Dinas Pendidikan juga menyampaikan bahwa untuk mendukung Visi dan Misi Bupati dan Visi dan Misi Dinas Pendidikan,  ujung tombaknya adalah Guru dan sekolah. Harapan beliau, guru harus saling berkolaborasi dan saling berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Dalam kesempatan itu beliau berpesan agar seluruh peserta mengikuti acara dengan baik dan serius, karena Guru  yang ikut peserta diklat K-13 adalah Guru yang berutung dan terpilih. Diharapkan setelah diklat, Guru yang mengikuti diklat dapat mengimbaskan kepada guru-guru di sekolah masing-masing.

Selain itu Kepala Dinas Pendidikan juga menyampaikan agar Guru dalam mengajar bisa memanfaatkan peralatan TIK yang sudah diberikan ke sekolah agar di pergunakan dengan baik dan menghimbau agar semua guru dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tegnologi. Beliau juga mengatakan bahwa dinas pendidikan siap memfasilitasi sekolah-sekolah yang melaksakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2018. Seperti yang sudah direncanakan bahwa seluruh SMP N 1 se Pakpak Bharat siap melaksanakan UNBK.

Diakhir sambutannya Kepala Dinas Pendidikan berpesan agar guru meningkatkan kedisiplinannya dalam mengajar, beliau mencontohkan bahwa  dinas pendidikan sejak september 2017 sudah menerapkan sistem ekinerja dan eabsensi yang terkoneksi dengan finger print dimulai dari pukul 7.30 s.d. 16.00, dan tidak ada toleransi bagi ASN yang tidak disiplin walau pun terlambat 1 menit. Sebab secara otomatis sistem akan melakukan pemotongan TPP jika terlambat dan TPP akan nol Jika tidak finger print empat kali dalam satu bulan.

Kegiatan ini di ikuti oleh kepala sekolah dan guru sebanyak 55 peserta, berasal dari SMP N 1 Salak, SMP N 1 PGGS, SMPN 5 SA Kerajaan, SMP 5 SA STTU Jehe dan SMP N 2 SA STTU Jehe, terdiri dari berbagai Guru Bidang Study. Instuktur dalam kegiatan ini adalah Patar Simbolon, S.Pd dan Tiodor Sitinjak, S.Pd, yang juga instruktur Kabupaten. (JT)