Berita
Kamis, 18 Februari 2021

Guru 2020

Panggilan hidup menjadi guru itu pilihan. Unik sekalihus menantang. Unik, bisa mengenali dan memahami berbagai karakteristik peserta didik. Menantang, membutuhkan berbagai elemen supaya tujuan pembelajaran tercapai sehingga peserta didik memiliki kompetensi life skill unggulan.

Bagaimana memadukannya? Ditengah pandemi Covid-19, keduanya bisa terjawab. Masa pendemi ini harus disikapi dengan baik sehingga pemebuhan hak belajar dan psikologis rasa ingin tahu peserta didik harus dipenuhi. Guru harus memberi pelayanan pendidikan yang prima, yaitu dengan tulus dan ikhlas. Di dalam proses pembelajaran oleh guru dan peserta didik, terbentuk pengalaman moral serta nilai-nilai kehidupan keduanya. Memang benar, muara pembelajaran adalah meningkatkan kemampuan kognitif, efektif dan psikomotorik secara maksimal.

Nilai-nilai kehidupan serta kemampuan maksimal (kognitif, efektif dan psikomotorik) peserta didik akan bersifat permanen dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari jika dibantu oleh peran guru. Untuk mencapai cita-cita mulia itu guru dituntut untuk memberikan pelayanan secara tulus dan ikhlas. Gaya mendidik yang melekat pada setiap guru akan berdampak bagi anak-anak seperti yang dilakukan dan dialami penulis.

Menjadi guru harus berorientasi demi kamajuan bangsa demi kemajuan bangsa melalui peserta didik. Dengan demikian, pelayanan pendidikan dengan tulus dan ikhlas harus menjadi ciri yang menonjol bagi sosok guru. Bagaima jadinya ketika terjadi masa pandemi? Dengan bebagai kisah, penulis memberikan pelayanan pendidikan secara tulus dan ikhlas dan membukukannya. Penulis berhasil mendidik mereka untuk menemukan kemampuan maksimal dalam diri peserta didik. Kelak, mereka menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua.

Buku sederhana ini tidak hanya menceritakan kisah perjalanan penulis memberikan pendidikan dengan tulus dan ikhlas, tetapi juga akan memotivasi anda khususnya pelaku pendidikan yang terlibat langsung. Buku ini hadir untuk menemani para guru, secara khusus, supaya tetap menggalakkan semangat pengabdian bagi generasi Indonesia kelak. Buku ini sebenarnya biasa. Jiaka ada merasakan membaca dan mengalami dampaknya, menjadi amat luar biasa. Tentukan saja. Slam literasi.